Mengenal Framework pada Pengembangan Website

Share:

Dalam proses pengembangan website, pasti Anda pernah mendengar tentang istilah "Framework"? Sebenarnya, apa sih framework itu? Secara bahasa, Framework adalah kerangka pekerjaan. Nah, jika pada pengembangan website, Framework berarti suatu alat/software untuk "memudahkan" para pengembang web (programmer / developer) yang berisi berbagai macam fungsi, plug-in, dan konsep yang membentuk sebuah konsep tertentu.

Diatas terdapat kata "memudahkan", bukan berarti dalam pembuatan website sudah terlepas dari penulisan kode. Memudahkan disini maksudnya sudah ada fungsi-fungsi yang telah terbuat, hanya memanggilnya saja. Itulah yang dimaksud dengan memudahkan pekerjaan para programmer, karena tidak usah lagi menulis fungsi yang ribet pada kodenya.

"Lalu, Apa bedanya sama CMS?"

Kalau di CMS, kita hanya mengkonfigurasikan pengaturan database-nya saja, dan melakukan pengaturan website pada halaman admin. Ingin mengubah tampilan, tinggal unggah template pada laman tampilan. Pada CMS kita sudah hampir bisa lepas dari proses pengkodean, kita menulis kode pada CMS hanya sekitar 10-15% saja.

Namun, jika menggunakan framework, masih tetap menulis kode, mengetik dan mengutak-atik script. Framework ini cuma sedikit membantu dalam pembuatan fungsi saja. Kalau ingin mengganti tampilan, harus mengganti script CSS-nya. Ada perubahan algoritma, ubah script-nya. Fungsi built-in yang terdapat pada framework biasanya sekitar 10% saja dari seluruh proses pengkodean.

Framework menggunakan metode pengembangan MVC. MVC (singkatan dari Model View Controller) merupakan suatu metode untuk memisahkan bagian-bagian dari suatu aplikasi website. MVC terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  • Model : Model berisi fungsi-fungsi CRUD pada database, sehingga Anda dapat memasukkan, mengubahm dan menghapus nilai (value) pada database.
  • View : View mengatur pada tampilan User Interface-nya
  • Controller : merupakan bagian yang menjembatani model dan view, berisi script php yang melakukan suatu proses dan dikirimkan ke database.

Macam-macam Framework pada Web Development

Pada proses pengembangan website, biasanya jenis framework yang paling umum digunakan adalah framework PHP dan framework CSS. Contoh dari framework yang menggunakan PHP adalah Yii, Zend Framework, CakePHP, dan CodeIgniter. Sedangkan, framework yang digunakan untuk styling web (CSS) yang paling umum digunakan adalah Bootstrap.

Sekedar tips saja, apabila Anda ingin menggunakan framework sebagai pemudah pekerjaan Anda, pilihlah framework yang memiliki banyak penggunanya, mempunyai forum diskusi sendiri, sehingga jika Anda mengalami kendala pada framework tersebut dapat menanyakan langsung kepada sesama penggunanya. Semoga bermanfaat.....

1 komentar:

  1. google juga menggunakan sistem cms karena google doodly bisa menyesuaikan dengan evennya.

    makasih jadi tau sekarang.

    BalasHapus