Kalau Ngoding, Ngetiknya Snake_Case atau camelCase?

Share:

Hello Worlds! Typing, atau mengetik, sudah seperti pernafasan yang tanpa disadari ketika mengoding. Ini bukan berarti Anda ngoding ketika kesurupan makan bohlam. Maksudnya, mengetik ini tanpa diinginkan rasanya tangan seolah bergerak sendiri. Mengetikkan algoritma yang ada di pikiran dan dikonversi menjadi syntax yang estetik.

Nah, ngomong-ngomong soal ngetik programming, ketika mengetikkan syntax / script, Anda memakai metode yang mana nih?

"Tunggu, tunggu! Maksudnya apaan? Metodenya ya mengetik 10 jari....."

Maksudnya bukan itu sih. Maksud saya metode itu model tulisan yang dipakai pas ngoding.

"Model tulisan? Ya, Arial, default dari IDE yang saya pakai"

Itu mah font-family. Nggak. Jadi gini, dalam pengetikan di dunia programming, (setau saya) terdapat dua jenis / metode penulisan syntaxnya, yaitu Snake Case dan Camel Case. Kalau Anda berkata seperti di atas, berarti belum tau ya mengenai kedua metode ini. Atau mungkin tau bentuknya tapi nggak tau namanya. Oke, akan saya jelaskan.

Snake Case ( snake_case() )

snake_case
Yang pertama adalah snake case. Saya menyebutnya pertama karena metode ini sudah ada sejak dulu. Programmer veteran sering banget memakai ini. Enak dibaca adalah alasan utama banyaknya yang menganut aliran snake_case. Snake case adalah metode penulisan dimana setiap kata akan dipisahkan oleh karakter underscore ( _ ).

Kelebihan menganut snake_case ini adalah enak dibaca sehingga mudah dimengerti oleh siapapun yang membacanya. Maka tak heran bila snake_case ini menjadi cara favorit menulis kode sejak jaman dahulu. Snake Case ini populer kurang lebih tahun 1978, barengan sama bahasa C. Orang dapat membedakan setiap kata dengan garis bawah tersebut.

Karakteristik dari snake_case selain kata-nya dipisahkan oleh underscore, semua huruf yang ditulis bersifat lowercased, maksudnya huruf kecil semua. Jadi, huruf kapital tidak digunakan pada snake_case ini. Tidak sedikit orang yang lebih memahami kata / kalimat yang pakai snake_case ketimbang camelCase.

// contoh penulisan snake_case
function nama_fungsi(value) {
     alert('Hai sayang!');
}

Tapi, saya sendiri kurang suka kalau nulis string atau nama fungsi kalau pakai snake_case. Alasannya sih sederhana, klasik, jadul. Masa dari tahun '78 sampai sekarang masih aja mengular. Saya lebih suka pakai yang camelCase. Unik aja sih. Naik turun kaya punuk si onta. Tapi, tahukah Anda mengenai camelCase ini? Kalau belum tau, mari kita lanjut.

Camel Case ( camelCase / CamelCase )

camelCase
Pengertiannya sama seperti snake case, sama-sama metode penulisan. Tapi, yang membedakan adalah wujudnya. Jika di snake case setiap kata dipisahkan oleh karakter underscore, kalau di camelCase katanya itu digabung, dengan menggunakan huruf kapital di bagian awal kata sehingga orang bisa mengetahui mana spasinya. Saya nggak tau kapan populernya camelCase ini. Tapi sepertinya gaya penulisan ini muncul di era pemrograman modern.

CamelCase turut serta meramaikan nama-nama produk kelas dunia. Sebut saja merek dari Apple. Semua merek besutan Apple diawali oleh huruf " i " kecil dan diikuti dengan huruf kapital tanpa dipisahkan oleh spasi atau karakter yang lain, contoh : iOS, iPhone, iPad, iMac, iLoveU (kalau yang ini produk saya buat doi sih).

Selain nama produk, camelCase juga berpartisipasi dalam mempopulerkan nama orang / tokoh, seperti SpongeBob, VanDyke, DiCaprio. Saking populernya camelCase ini, ada nama produk yang mengubah penulisannya yang awalnya biasa aja menjadi tulisan onta, seperti Photoshop menjadi PhotoShop, Firefox menjadi FireFox, Game Boy menjadi GameBoy. Tapi ada juga loh yang awalnya tulisan onta diubah jadi biasa aja, contohnya Microsoft yang dulunya MicroSoft (Micro-Soft).

// contoh penulisan camelCase
function namaFungsi(value) {
     alert('Hai sayang!');
}


Spinal Case ( spinal-case )

Kalau yang ini sih ada yang pakai, tapi tidak sepopuler nulis_ular maupun nulisOnta. Spinal case merupakan gaya penulisan yang menggunakan tanda penghubung / strip ( - ) untuk membedakan tiap kata-nya. Dikarenakan kurangnya penggunaan, saya nggak tau siapakah / sesuatu apakah yang populer yang memakai spinal-case pada namanya. Mungkin kalau ada yang tahu bisa berkomentar.

Minimnya pengguna spinal-case ini tidak lain disebabkan oleh kurang didukungnya oleh beberapa bahasa pemrograman yang populer, sebut saja PHP dan JavaScript. Tanda penghubung pada PHP dan JavaScript ini dianggap tanda pengurangan, sehingga dia akan menanggap bahwa kata pertama dan kedua (sebagai variabel) itu dikurangi.

Nah, dari ketiga gaya penulisan di atas, manakah yang menjadi favorit Anda? Apakah snake_case dengan gaya yang klasik? Atau camelCase bergaya unik? Ataukah spinal-case yang cenderung nyeleneh ini? Atau mungkin punya cara penulisan sendiri, seperti 4l4y (mohon jangan ditiru).

// contoh penulisan 4L4Y
function iN13chN4m4f03nG5ieh(value) {
     alert('4L4ybRoh');
}

2 komentar: