Sudahkah Website Anda Ringan? Yakin Nih?

Share:

Hello Worlds! Kecepatan atau waktu loading, menjadi hal penting dalam pembuatan suatu halaman website. Untuk mendapatkan UX yang nyaman bagi pengguna, waktu loading harus secepat mungkin dan sempurna. Maksudnya sempurna ini semua konten berhasil ditampilkan, tidak ada elemen yang tertinggal, baik itu tulisan, gambar, atau media yang lain.

Kenapa Sih kok harus 'KeSusu'?

Padahal kan enak keSusu ya daripada kesikut? Gampangnya gini. Misal Anda membuka sebuah halaman web, sebagai contoh web yang akan dibuka adalah BNI. Ketika Anda membuka BNI, tetapi ngga muncul-muncul atau lama munculnya, apa yang akan Anda lakukan? Marah? Sedih? Atau bahagia? Atau malah terharu?

Saya yakin, hampir semua orang kalau mengalami hal seperti ini akan merasa kecewa dan sedikit ada rasa emosi, mungkin kalau ada yang tidak marah dan kecewa berarti itu sudah terbiasa dengan speed 10 KBps. Bagaimana tidak? Ketika kita butuh suatu informasi tapi kok malah nggak kebuka. Direfresh tetap saja begitu. Pas muncul, cuma tulisannya aja. Dan yang bikin kecewa, tulisannya "contohnya bisa lihat di gambar" dan gambarnya gagal loading.

Kalau sudah gini, apa yang akan Anda lakukan? 90% Anda akan cabut dan mencari laman lain yang relevan dan lebih cepat diloading. Anda tidak cabut? Saya yakin halaman itu milik Anda sendiri. Kalau pengunjung cabut, kita bakal gagal mendapatkan 1 pengunjung. Mungkin pengunjung yang cabut tersebut sudah terhitung di data statistik, tapi apakah dia akan kembali?

Tentu tidak! Buat apa kembali di laman yang lemot kayak gitu. Yang lain lho banyak yang lebih cepet. Hal ini akan memengaruhi statistik jangka panjang Anda. Sama seperti orang jualan. Nggak masalah untung sedikit tapi bisa dipastikan dia (pembeli) akan datang kembali dan berkali-kali. Buat apa untung banyak kalau belinya cuma sekali?

Inilah pentingnya website / laman web yang cepat. Suatu saat mereka akan kembali lagi guna mencari informasi yang lain di web Anda.

Apa yang harus saya lakukan untuk mempercepat loading?

Banyak sih yang harus diperhatikan. Terutama pada saat proses pembuatannya. Dan berikut ini adalah tips yang harus dilakukan supaya loading menjadi lebih cepat dari biasanya.

Ringkaskan CSS

Penulisan CSS yang berlebihan bisa memperbesar ukuran laman, dan berdampak pada kecepatan loading. Biasanya, Ngewebbers yang belum pro saat menulis CSS memakai sintaks yang tidak efektif. Misalnya : padding-top / left / right (arah), margin-top / left / right (arah), dan lain sebagainya.

Penggunaan padding-arah dan margin-arah ini bisa diganti menjadi margin:; saja. Untuk urutan value-nya searah dengan jarum jam. Yang pertama atas, diikuti dengan kanan, lalu bawah, setelah itu kiri. Jadi nantinya akan seperti ini.

padding: 10px 20px 14px 20px;

Dari code diatas, 10px adalah padding-top, 20px adalah padding-right, 14px itu padding-bottom, sedangkan yang 20px adalah padding-left. Begitu juga dengan margin.

Selain menghindari penggunaan syntax yang tidak penting, penggunaan efek CSS3 yang dirasa kurang perlu juga harus dihindari. Misalnya, box-shadow dan filter. Saya rasa, penggunaan box-shadow ini tidak ada gunanya dan hanya akan menjadi pemberat loading. Begitu juga dengan filter. Buat apa dikasih filter blur? Kalau emang niat diblur kan bisa pakai Photoshop dulu baru di insert-kan gambarnya.
`

Kurangi JavaScript tidak penting

Penggunaan JavaScript bisa menjadi salah satu faktor utama pemberat loading laman. Efek-efek nggak jelas yang ditulis pakai Javascript ini seharusnya dihindari. Efek nggak jelas misalnya, tulisan ijo jatuh dari atas biar ala hacker, warna tulisan bisa ganti dan seperti berjalan, efek kembang api, ada percikan api disekitar kursor, dan masih banyak lagi,

Efek-efek itu buat apa sih? Penting kah bagi pengguna? Sebenarnya malah tidak penting sama sekali. Ada sedikit rasa emosi ketika melihat ada orang baru belajar HTML, bikin website ala-ala hacker, dikasih tulisan ijo berjalan / jatuh dari atas. Cuma satu kata yang terbesit di hati saya, "Janc*k".

Ini lo buat apa sih? Yang bikin tambah marah itu yang bikin udah sok-sok an jago, padahal web-nya cuma diupload xtgem, bukan hostingan sendiri. Pas saya ajak debat mengenai desain website dengan memerhatikan UX, dianya malah hapus pos. No Pict Hoax? Emang hoax! Nggak nggak, bukan hoax, tetapi saya lupa untuk mengambil skrinsut dari TKP.

Selain Javascript Native, yang perlu dihindari di JS adalah penggunaan Plug-in nya jQuery. Plugin dari jQuery ini size-nya lumayan gede. Satu plugin saja bisa mencapai 200KB. Itu masih satu efek, belum efek yang lain. Biasanya, plugin jQuery ini bisa diringkas dengan menghapus komentar-komentar yang tidak penting. Tapi jangan menghapus atribusinya. Hormati pembuat, mengingat itu gratis dan Anda tidak ikut berdonasi di jQuery. Ya, usahakan untuk tidak menggunakan plugin jQuery sama sekali. Cuma jquery-nya aja udah cukup. 

Pilih dan Gunakan Server yang Joss

Tidak bisa disepelekan. Penggunaan server juga bisa memengaruhi kecepatan loading laman. Mungkin Anda pernah mengalami sendiri di web Anda yang pakai Shared hosting. Memang, shared hosting itu cuma dipakai buat iseng aja, bukan untuk komersil. Jika Anda ingin kecepatan loading yang wuss, jangan gunakan shared hosting, pakailah dedicated hosting / vps. Dalam satu VPS, server digunakan untuk satu web saja, tidak ada pengguna lain. 

Untuk harga dari VPS ini sih relatif sama ya. Kurang lebih 120 ribuan per bulannya buat server yang paling minimalis. Kalau mau order VPS, usahakan untuk tidak memesan di penyedia yang kurang profesional, apalagi pesen di orang lewat Facebook, mencurigakan. Bukannya su'udzon mau ditipu, yang saya curigai disini itu servernya. Apa iya harga murah servernya stabil? Kalaupun ada error apa orang tersebut bisa bantu Anda meskipun jam 3 pagi?

Atau mungkin jika Anda ingin terlihat keren, Anda bisa menyediakan server sendiri di rumah atau gudang. Ini sangat keren lho menurut saya. Ada komputer yang nyala terus 24 jam tapi dibiarin. Iya lah, mau diapain? La wong nggak ada output display-nya. Tapi, jika memang ingin membuat server sendiri, ruangan yang dipakai musti ada pendingin ruangannya. Kalau ini nggak ada, takutnya ngebul dan malah ngerusak komputernya.

Terus, gimana cara cek apakah sudah cepat menurut umum atau tidak?

Nah, kalau sudah dilakukan 3 tips di atas, saatnya kita mengecek apa sudah fast atau belum. Agar kita mengetahui cepat atau tidaknya menurut pandangan umum, kita menggunakan bantuan dari alat pengecek kecepatan yang disediakan oleh Pingdom.com. Langkah awal, buka https://tools.pingdom.com. Jika sudah kebuka, ini adalah tampilannya.



Masukkan URL dari laman yang akan dicek speednya dan pilih lokasi pengetes. Kalau sudah, klik tombol di sebelah "START TEST" dan pengetesan dilakukan. Setelah dites, scroll ke bawah untuk melihat hasilnya.



Dari contoh di atas, skor untuk laman Pisgore adalah 83 (B) dengan kecepatan laoding hanya 6 detik saja. Dan dari detail statistik yang ada di bawahnya Summary, bisa dilihat ukuran konten yang paling besar adalah gambarnya. Dari detil statistik ini kita bisa mengetahui apa yang harus dikecilkan dan dikurangi. Laman saya bisa lebih cepat lagi kalau gambarnya dikompres dan menghilangkan plugin jQuery. Nah, bagaimana dengan milik Anda? Sudahkah mendapat nilai A?

2 komentar:

  1. Wajib di coba ni gan punya saya aga lambat terimakasih gan info nya

    BalasHapus