4 Web Framework Terbaik yang Direkomendasikan

Share:

Hello World's! Dulu saya sudah pernah membahas mengenai dasar-dasar framework. Sebenarnya bukan framework sih, cuma pengertiannya aja. Tapi disini saya nggak akan membahas soal dasar-dasar lagi, karena udah kesebar banyak di Google.

Langsung ke topik aja.

Dari sekian banyaknya framework, kita perlu tahu mana sih framework yang paling baik? Manakah yang paling mudah digunakan? Kalau kita ngga tahu soal ini, kita bakalan tersesat dan menghabiskan waktu buat mempelajari framework yang dipakai itu. Waktu tersita, performa ngga maksimal.

Nah, daripada kamu salah jalan dalam belajar framework, sebelum mulai belajar, kamu perlu tahu 10 framework ini paling baik dan mudah digunakan.

Angular JS



Di urutan pertama ada Angular JS. Mungkin kamu bingung, kenapa kok ini di urutan pertama, bukannya si Laravel? Disini saya bahasnya framework secara umum bukan mengerucut pada PHP. Karena saya suka JS, ya saya posisikan saja di urutan pertama. Hehe....

Kalau kamu tinggal di Jawa Barat, Angular menjadi FW JS yang pas buat kamu. Pengguna Angular di Indonesia, paling banyak di Jawa Barat. Jadi kalau misalnya kamu kebingungan dalam membuild web pakai Angular, tinggal tanya ke temen-temen gimana solusinya. Banyak yang tau kok. Beda dengan saya yang tinggal di Jawa Timur yang minim pengguna. Tanya ke 5 grup ga ada yang bisa jawab.

Selain dukungan kehumasan, script-script di Angular tidak seribet yang kita lihat di framework lain, kayanya sih. Ngga, tapi bener kok. Menurut saya, syntax di Angular ini gampang banget dimengerti. Ngga kayak React JS, yang kodingannya bikin bingung, apalagi kalau ngodingnya pakai Sublime. Pasti pusing bukan kepalang.

Laravel



Setelah bagian depan, kita masuk ke belakangnya. Di PHP, framework terbaik dan powerful, yang pernah saya coba ialah laravel, soalnya yang saya coba cuma laravel. Entah kenapa sampai sekarang saya belum menemukan apa sih enaknya pakai laravel itu? Mungkin ini karena basic saya itu di front-end, designer, bukan back-end.

Tapi kalau saya tanyakan ke temen-temen sesama programmer, jawabannya pasti 3 kata, "enak banget pren!". Katanya, kalau pakai laravel, semuanya itu sudah terstruktur. Gampangnya, kita udah dibuatin kode-nya, tinggal ngubah sesuai dengan kebutuhan aja.

Sebagai seorang front-end, saya nangkap keenakan dari laravel ini cuma dari visualnya aja. Script yang dilihat menjadi sangat rapi dibanding build app secara native. Misalkan kita pengen bikin script yang menangani masalah user, seperti nambah data, ngubah data, atau menghapus data. Kita tinggal bikin UserController aja pakai artisan-nya.

Tak usah mikir yang aneh-aneh kayak "kalau ada error gimana?". Sejauh saya mencoba, semua error yang saya temukan dapat diselesaikan hanya dengan dokumentasi. Tapi yang perlu diingat ialah meskipun saya memakai kata "sejauh" ini bukan berarti sangat jauh. Saya adalah seorang front-end.

React JS


Sekarang balik lagi ke bagian front-end. Selain Angular, ada juga framework yang lumayan komplit untuk membangun sebuah website yang luar biasa. Satu-satunya alasan saya menyukai react js ini adalah satu-satunya framework yang ramah SEO. Jika biasanya kita enggan membangun web yang fokus ke SEO dengan bantuan framework, justru React yang paling ahli. DOM virtual yang dibuat akan dikembalikan ke klien sebagai halaman web biasa.

Kurang percaya dengan performanya? Percaya ngga percaya, React mampu membuat sebuah website yang bisa sangat populer di dunia, dikunjungi oleh jutaan orang setiap jamnya.

Loh kok bisa? Gimana caranya?

Bisa lah. Lihat aja Facebook sama Instagram. Mereka dibuat memakai React.

Ruby on Rails



Jujur, pertama kali mencoba Rails saya merasa sangat asing dengan kode-kodenya. Hampir mirip python lah. Jarang banget ada simbol-simbolnya, serasa menulis di atas canvas Word, bukan VSCode.

Tapi meskipun aneh, proses mempelajari rails ini cukup mudah. Tak perlu memandaikan diri di Ruby, kita sudah bisa menggunakan Rails. Saya pertama mencoba Ruby langsung ke rails-nya. Secara ini sama seperti Laravel lah, cuma basisnya ruby, bukan php.

GitHub dan Twitter adalah salah dua dari sekian banyaknya testimoni pengguna rails.

Dan masih banyak lagi framework-framework yang enak buat dipakai. Mungkin nanti kalau ada waktu saya lanjut, tapi saya ngga janji loh!

No comments